NEWS

Pasca Penetapan Tersangka Kadis PUTR, Soal Sanksi Walikota Tunggu Proses Hukum

RADARMETRO.ID – Pemerintah Kota Metro masih menunggu proses hukum terkait sanksi yang akan diberikan. Ini menyusul ditetapkannya Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Eka Irianta sebagai tersangka tindak pidana korupsi (Tipikor) di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Metro.

“Kita masuk di P21 sebagai tersangka. Prosesnya dilihat nanti. Tapi kalau sudah ditentukan masalah hukum tentunya berkenaan dengan jabatan,” ujar Walikota Metro Wahdi di dikonfirmasi awak media, Jumat (20/5/2022).

Ia mengatakan, pemerintah daerah akan memberikan pendampingan hukum selama kasus tersebut tidak berkenaan dalam 3 perkara. Ini terutama terkait perkara narkoba, korupsi dan terorisme. “Proses hukum sudah berjalan. Pendampingan sejauh itu tidak berkenaan dengan tiga hal narkoba, korupsi dan terorisme,” katanya.

Meski demikian, Wahdi mengaku telah mengumpulkan seluruh aparatur terkait. Ini terutama dalam memantau perkembangan kasus tersebut. “Sudah saya kumpulkan semua. Itu aja. Kita tunggu proses hukum yang berjalan,” ujarnya.

Sementara itu terkait penetapan pelaksana tugas (Plt) Kepala DPUTR, pihaknya masih menunggu hasil rapat dari tim penilai kinerja. Menurutnya, penetapan Plt tersebut masih dalam proses pembahasan. “Plt segera. Kita kan ada tim penilai kinerja. Hari ini sudah diproses,” tukasnya.

Diketahui, Kepala DPUTR Eka Irianta resmi ditetapkan sebagai tersangka. Penetapan tersangka dilakukan atas dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) anggaran pemeliharaan sarana prasarana Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) tahun 2020.

Penetapan tersangka dilakukan paska dilakukannya pemeriksaan selama 4 jam di Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Metro sejak pukul 10.00 WIB hingga pukul 14.00 WIB, Kamis (19/5/2022). Tersangka dibawa menggunakan kendaraan tahanan Kejari Metro sekitar pukul 14.00 WIB menuju Lapas Kelas II B Kota Metro. (ria)

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button