NEWS

Pantau Aktifitas Pasar, Diskominfo Pasang 14 CCTV

RADARMETRO.ID – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) kembali menambah Closed Circuit Television (CCTV). Penambahan CCTV kali ini diprioritaskan untuk memantau aktifitas di 14 titik pasar di Bumi Sai Wawai.

“CCTV kita ada penambahan. Sebelumnya ada 20 titik sekarang bertambah 14 titik. Ini menyebar di pasar-pasar salah satunya di Pasar Tejoagung. Pemasangan kita lakukan berkoordinasi juga dengan Dinas Perdagangan untuk menentukan titik-titik lokasi,” terang Kabid Informatika di Diskominfo Kota Metro, Andy Setiyono, Rabu (16/3/2022).

Ia mengatakan, dengan bertambahnya pemasangan CCTV tersebut Pemkot memiliki sebanyak 34 CCTV Kota Aktif. Ini digunakan di sejumlah pasar dan titik pantau lalu lintas jalan. “Jadi sudah kita pasang semua. Tahun 2021 akhir ini sudah dipasang semua. Jadi totalnya ada 33 titik CCTV kota aktif. Bisa dipantau,” ujarnya.

Menurutnya, untuk jumlah CCTV di Kota Metro masih belum memenuhi kebutuhan titik pantau yang ada. Ini seperti lokasi tempat pembuangan sampah sembarangan maupun titik pantau lalu lintas jalan.

“Kalau melihat titik-titiknya masih kurang banyak. Ditambah jika melihat kondisi peruntukannya. Misalnya untuk sampah. Berarti titik-titik penumpukan sampah harus dipasang. Lalu, untuk memantau lalu lintas di jalan. Perlu dihitung kebutuhannya dan lokasinya. Karenanya yang tahu titik-titiknya ini satker terkait,” jelasnya.

Diakuinya, selain kebutuhan CCTV jumlah kecepatan akses internet atau bandwidth juga masih membutuhkan penambahan. Terlebih untuk saat ini bandwidth yang tersedia sebesar 350 Mpbs.

“Untuk bandwidth memang sudah ditambah dari sebelumnya 300 Mbps kini menjadi 350 Mbps. Apalagi saat ini era digital. Jika melihat situasi dan kondisi yang ada ditambah pandemi Covid-19 ini perlu ditambah lagi,” ujarnya.

Menurutnya, selain kondisi pandemi yang membutuhkan akses internet untuk bekerja, saat ini juga sudah ada Tim Percepatan Elektronik Daerah. Dengan adanya tim tersebut juga perlu didukung dengan terpenuhinya akses internet yang memadai.

“Itu butuh bandwidth semua. Karena ketika semua menggunakan transaksi elektronik, berarti backup bandwidth semua OPD itu kan harus kuat. Saya pernah berhitung dengan temen-temen juga, bahwa bandwidth minimal untuk di Kota Metro dengan kondisi sekarang minimal sudah main di 1G atau 2G. Karena saat ini kita di 350 Mbps ini, kita agak kewalahan ketika nanti ada keperluan bandwidth. Karenanya untuk menyiasiatinya terpaksa bandwidth dari OPD ditarik sementara,” ungkapnya.

Kondisi tersebut, tambahnya, membuat beberapa kendala OPD untuk mengakses internet. Ini terutama di sejumlah kelurahan. “Jadi memang ada kendala-kendala terutama di kelurahan-kelurahan internetnya lambat, karena kondisi bandwidthnya kurang. Kondisi ini kami khawatirkan nanti akan berdampak juga dengan adanya pemberlakukan Tata Naskah Dinas Elektronik (TNDE),” tutupnya. (ria)

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button