NEWS

Mufti Salim: Agama Apapun yang Ingin Menggunakan PKS sebagai Alat Perjuangan 2024, Kita Berikan Ruang untuk Nyaleg

RADARMETRO.ID – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) memastikan menjadi partai yang lebih terbuka bagi semua warga negara Indonesia. PKS siap dijadikan alat oleh agama apapun (yang diakui oleh pemerintah), untuk terlibat aktif di legislatif. Hal itu diungkapkan Ketua DPW PKS Lampung Mufti Salim yang diamini oleh Ketua Dewan Syuro DPP PKS Dr Salim. Hal ini menjadi angin segar, khususnya warga Lampung yang memiliki itikad baik untuk membangun negeri yang diawali dengan tindakan di lokal kabupaten/kota maupun di Provinsi Lampung.

“Kebetulan malam ini hadir perwakilan dari Katolik yang memang pernah kita lakukan diskusi sebelumnya. Saya kira, ibu atau bapak-bapaknya yang ingin mencalonkan diri di legislatif 2024, PKS terbuka dan akan memfasilitasi. Dan tadi langsung diamini oleh Majelis Syuro PKS. Saya kira ini angin segar untuk kita semua bisa berjuang dan berkolaborasi membangun negeri khususnya Lampung,” ujar Mufti Salim di hadapan ratusan tokoh dalam acara Silaturahmi Tokoh bersama Dr Salim di Hotel Bukit Randu, Rabu (15/06/2022).

Pernyataan itu langsung mendapat tepuk tangan dari seluruh peserta yang hadir. Apalagi sebelumnya salah satu peserta acara memang mengharapkan PKS lebih terbuka sehingga stigma bahwa PKS adalah partai para ustadz bisa lebih melebar cakupannya.

Sementara itu, Dr Salim yang sudah beberapa hari terakhir berada di Lampung dalam kunjungannya, mengatakan, untuk membangun bangsa ini salah satu yang kurang saat ini adalah semangat kolaborasi. Ia menilai, banyak orang hebat, orang pintar di Indonesia ini, namun semua berjalan sendiri-sendiri. Padahal jika bisa berkolaborasi, jelas akan lebih maju perkembangan ekonomi dan masyarakatnya.

Ia mencontohkan Korea Selatan yang usia kemerdekaannya hanya berselisih dua hari dengan Indonesia. Namun kenapa Korea Selatan lebih maju dibandingkan Indonesia? Inilah yang menurut Dr Salim perlu ada kolaborasi di semua tingkatan.

“Bahwa kita semua memiliki perbedaan satu sama lain, itu hal yang biasa. Kita beda suku, beda agama, beda pemikiran. Tapi masih ada 95 persen persamaan dalam diri kita semua. Yakni kita sama-sama ingin negara ini maju, makmur rakyatnta, bisa berbicara di ranah internasional, menyatukan kebhinekaan. Itu lebih dari cukup untuk membuat kita bisa bersepakat untuk berkolaborasi,” jelas Dr Salim.

Turut hadir dalam acara itu, Wakil Gubernur Lampung, Ketua Fraksi DPR RI, anggota DPR RI, Wakil Walikota Metro, tokoh masyarakat Katolik, perwakilan dari partai politik, insan pers, dan tokoh masyarakat Lampung. (bon)

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button