NEWS

Metro PPKM Level 1, Warga Diimbau Tetap Jaga Prokes

RADARMETRO.ID – Pasca Hari Raya Idul Fitri Kota Metro masih tetap berada pada Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 1. Meski demikian masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan menjaga protokol kesehatan (Prokes) Covid-19.

“PPKM saat ini alhamdulillah kita level 1. Tetap kita patuh pada pemerintah pusat terutama pada kebijakan strategis,” ujar Walikota Metro Wahdi, Rabu (11/5/2022).

Menurutnya, jika kondisi ini tetap berjalan maka Kota Metro masuk dalam endemi Covid-19. Karenanya diharapkan tidak lagi ada penambahan kasus baru.”Kalau ini berjalan doakan saja, perkiraan kita Juni endemi. Alhamdulillah dengan bantuan bersama kita masih tetap berada di level 1,” paparnya.

Sebelumnya, Pemerintah Kota Metro menggelar rapat evaluasi terkait Covid-19 pasca Hari Raya Idul Fitri berlangsung di Guest House Rumah Dinas Walikota setempat, Selasa (10/5/2022).

Dalam kesempatan tersebut, Kapten Arm Tasman Danramil 411-01/Metro menyampaikan bahwa dalam bulan suci ramadan dan sampai saat ini Kota Metro masih berada di level 1. Meski demikia pihaknya mengimbau untuk tetap waspada dan jangan lengah.

“Harus tetap disiplin menggunakan masker karena banyak masyarakat yang telah mengabaikan pemakaian masker. Semoga aktifitas masyarakat bisa berjalan normal, dan pendidikan dapat belajar tatap muka dan perekonomian Kota Metro tetap lancar,” ujarnya.

Senada disampaikan Sekda Kota Metro Bangkit Haryo Utomo. Ia mengatakan bahwa pos Covid-19 sudah dibuka dan dilaksanakan dari bulan April sampai bulan Mei. Selain itu vaksinasi juga tetap dilaksanakan.

“Sosialisasi prokes juga terus dilakukan. Kemudian, tempat rekreasi selalu dipantau Polres dan tetap aman. Untuk sekolah tingkat TK dan SD harus selalu dilakukan sosialisasi tentang protokol kesehatan,” ungkapnya.

Sementara itu, dalam laporannya Kepala Dinas Kesehatan Kota Metro Erla Andrianti memaparkan bahwa jumlah kasus Covid -19 di Kota Metro nihil. Selanjutnya untuk capaian vaksin dosis 1 sebanyak 113.377 jiwa atau 90,8 persen. Kemudian untuk dosis 2 sebanyak 298.290 jiwa atau 78,9 persen, dan dosis 3 sebanyak 20.267 jiwa atau 16,2 persen.

“Kami mengharapkan untuk perusahaan mendorong para karyawannya untuk melakukan vaksinasi dosis 3. Selain itu juga masyarakat serta para pelayan publik. Terkait gerai vaksin, kami membuka gerai vaksin di beberapa RT dan RW agar lebih efektif dalam menarik minat masyarakat,” tukasnya. (ria)

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button