NEWS

Lapas IIA Metro Usulkan Remisi Untuk 345 Narapidana

RADARMETRO.ID – Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kota Metro mengusulkan remisi khusus atau pengurangan masa tahanan kepada 354 narapidana pada Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriah/ 2022 Masehi. Tiga diantaranya akan bebas ketika mendapatkan pengurangan masa tahanan.

Usulan remisi khusus Hari Besar Keagamaan ditujukan kepada Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) dalam hal ini dibawah tanggung jawab Dirjend Pemasyarakatan.

“Kami sudah mengusulkan ke Kemenkumham melalui Dirjend Pemasyarakatan sejumlah 354 warga binaan agar mendapatkan remisi pada Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriah/ 2022 Masehi. Dari 354 orang akan ada tiga yang dibebaskan,” ujar Kalapas, Muchamad Mulyana saat dikonfirmasi radarmetro.id di Lapas IIA Metro, Rabu (27/4/2022).

Pemberian remisi khusus (Keagamaan) tertuang pada Peraturan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Permenkumham) Nomor 3 Tahun 2018 tentang Syarat dan Tata Cara Pemberian Remisi, Asimilasi, Cuti Mengunjungi Keluarga, Pembebasan Bersyarat, Cuti Menjelang Bebas, dan Cuti Bersyarat.

Kalapas IIA Metro, Muchamad Mulyana membeberkan jumlah narapidana yang mendapat remisi untuk Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriah/ 2022 Masehi. Dalam usulan Lapas IIA Metro sejumlah 345 narapidana untuk mendapatkan keringanan masa tahanan bagi mereka yang telah memenuhi persyaratan.

“Dari keseluruhan yang sudah kita usulkan, sudah memenuhi persyaratan. Diantaranya beragam Islam, sudah menjalani masa tahanan sekurang-kurangnya enam bulan masa tahanan, dan juga berkelakuan baik selama menjadi warga binaan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Kalapas juga menerangkan akan ada tiga narapidana yang dibebaskan jika mendapat pengurangan masa tahanan kali ini. Karena masa pidana daei ketiganya akan habis ketika dikurangi oleh besaran remisi yang diberikan.

“Kemudian dari 345 orang, berdasarkan catatan yang ada akan ada 3 orang setelah mendapatkan pengurangan akan bebas karena habis masa pidananya saat itu,” tambahnya.

Mulyana menegaskan akan adanya susulan pengajuan remisi untuk terpidana kasus narkotika. Karena putusan Mahkamah Agung, sebagian membatalkan terkait syarat remisi tambahan harus menjadi Justice Kolaborator.

“Adapun juga yang perkara narkotika, yang belum mendapatkan remisi karena kemarin syaratnya tambahannya harus menjadi justice kolaborator. Dengan menyertakan surat kerjasama dengan instansi terkait, karena ada pembatalan sebagian oleh Mahkamah Agung terkait Justice Kolaborator, maka nanti mekanismenya akan ada usulan tambahan,” terangnya.

Pengusulan remisi melalui mekanisme input data diri narapidana beserta data dukungan lainnya oleh Lapas IIA Metro. Pada setiap usulan remisi narapidana Lapas IIA Kota Metro belum menemui kekurangan, sehingga setiap usulan dipastikan juga sebagai putusan nantinya.

“Sejauh ini enggak ada, Ketika kita mengusulkan remisi, kita kan input semua data dukungnya saat proses pengusulan itu. Nah, ketika itu tidak ada hal-hal kekurangan data atau segala macamnya, apa yang diusulkan itu yang diputuskan,” bebernya.

Diketahui, besaran remisi nantinya sejumlah 15 hari kepada narapidana yang sudah menjalani masa tahanan sekurang-kurangnya 6 bulan. Sedangkan, untuk remisi 1 bulan diberikan kepada narapidana yang sudah menjalani masa tahanan sekurang-kurangnya 12 bulan.

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button