ARTIKELPEMBACA

Konferensi Muhammadiyah Daerah Lampung-Palembang dan Fond Muhadjirin Kolonisatie 1941 Oleh Kuswono (Dosen Pendidikan Sejarah UM Metro)

Di tengah aktivitas mengajar akhir tahun 2021 saya mendapatkan tawaran Majalah Suara Muhammadiyah (Soeara Muhammadijah) terbitan Tahun 1941 dari seorang teman di facebook. Sebagai pecinta sejarah ketika ditawarkan majalah Suara Muhammadiyah yang usianya cukup lama tentu memiliki keinginan besar untuk memilikinya walaupun harga yang ditawarkan cukup mahal. Lagi pula secara emosional saya bekerja pada amal usaha milik Muhammadiyah cukup tertarik mengumpulkan, menelusuri berbagai sumber terkait dengan Muhammadiyah. Awalnya belum terbanyangkan mengenai isi dari majalah Suara Muhammadiyah tahun 1941, yang jelas dengan sudah memilikinya saja merupakan suatu hal yang istimewa ditengah sulitnya mencari sumber-sumber sejarah tentang Muhammadiyah di daerah Lampung.
Rupanya majalah suara Muhammadiyah tahun 1941 dijilid rapi dengan sampul hardcover. Isinya terdiri terdiri dari 12 buah majalah. Suara Muhammadiyah masa itu terbit setiap bulan dimulai bulan Februari 1941 sampai dengan Januari 1942. Setelah dibuka isinya banyak mengulas mengenai laporan kegiatan dari berbagai daerah Muhammadiyah, disamping kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan Muhammadiyah pusat.
Ketika suara Muhammadiyah 1941 sudah diterima hal pertama yang dicari adalah berita kegiatan Muhammadiyah di Lampung. Tentu ini menjadi perioritas saya sebagai bagian dari persyarikatan Muhammadiyah di Lampung. Sungguh kegembiraan luar biasa dari hasil penelusuran ini ditemukan beberapa tema terkait kegiatan Muhammadiyah di Lampung. Berita Kegiatan itu terkait konferensi Muhammadiyah Daerah Lampung dan Palembang ke-10 yang dilaksanakan di Negara Batin Teluk Semangka. Kemudian ada juga pemberitaan mengenai Fonds Muhadjirin Kolonisasi.
Konferensi Muhammadiyah Daerah Lampung dan Palembang
Mengenai pemberitaan Muhammadiyah di Lampung dalam majalah Muhammadiyah tahun 1941 yakni pertama Muhammadiyah Lampung tahun 1941 masih bergabung dengan daerah Palembang nama resminya adalah Muhammadiyah daerah Lampung dan Palembang. Kedua, tahun itu Lampung menjadi tuan rumah dilaksanakannya konferensi Muhammadiyah daerah yakni Konferensi Muhammadiyah Daerah Lampung dan Palembang tahun 1941 tepatnya diadakan di Negara Batin, Teluk Semangka (saat ini masuk wilayah Kabupaten Tanggamus).
Ketiga, Konferensi Muhammadiyah daerah Lmapung Palembang di Negara Batin merupakan konferensi ke-10, Konferensi dilakukan mulai pada hari Sabtu tanggal 19 juli 1941 sampai dengan 24 Juli 1941. Jika berpegang pada berita Suara Muhamamdiyah ini (Suara Muhammadiyah Nomor 9 Terbit Bulan Oktober 1941) dan asumsi Konferensi Muhammadiyah Daerah Lampung dan Palembang dilakukan setahun sekali berarti Muhammadiyah di Lampung dan Palembang telah melaksanakan konferensi sejak tahun 1932. Tentu masih belum kuat untuk mengatakan bahwa Muhammadiyah di Lampung dan Palembang terbentuk pada tahun 1932. Perlu data yang lain untuk lebih menyakinkan asumsi ini.
Keempat, pada konferensi Muhammadiyah daerah Lampung dan Palembang yang dilaksanakan di Negara Batin 1941 secara bersamaan juga dilakukan konferensi Aisyiyah dan Pemuda Muhammadiyah daerah, walaupun cakupan wilayah pemuda Muhammadiyah lebih luas lagi yakni meliputi Lampung, Palembang dan Bangka. Ringkasan laporan kegiatan konferensi tersebut termuat pada suara Muhammadiyah nomor 9 dan 10 terbitan tahun 1941.
Fond Muhadjirin Kolonisasi: Upaya Dakwah Muhammadiyah di Lampung Sebelum Kemerdekaan
Berita yang lainnya terkait dengan eksistensi Muhammadiyah di Lampung adalah adanya Muhammadiyah pusat terkait sokongan/iuran untuk Fonds Muhajirin Kolonisasi (Fonds Muhadjirin Kolonisatie). Pada buku Metro Tempo dulu: Sejarah Metro Era Kolonisasi 1935-1940 disebutkan bahwa Muhammadiyah dalam pertemuannya di Solo tahun 1938 membahas dengan serius mengenai pergerakan missi (Kristenisasi) di wilayah kolonisasi Lampung. Bahkan pada halaman 110 buku tersebut menuliskan data bersumber pada koran harisan Bataviaasch Niewsblaad bahwa peserta dari pertemuan di Solo tersebut hadir pula perwakilan dari Lampung.
Namun demikian mengani realisasi dukungan untuk memberangkatkan para Mubalighin Muhammadiyah ke daerah kolonisasi terbentuk pada kongres Muhammadiyah ke- 27 di Malang tahun 1938. Salah satu putusan kongres mengatakan bahwa perlu adanya sokongan untuk syiar islam di tanah kolonisasi dengan membentuk Fonds Muhadjirin Kolonisasi. Setiap warga Muhammadiyah wajib memberikan sokongan sebesar f 0,10 (sepuluh sen).

Gambar. Daftar nama grup dan cabang Muhammadiyah yang telah memberikan sokongan Fonds Muhajirin Kolonisasi. Sumber: Suara Muhammadiyah Nomor 5 tahun 1941.
Sementara itu daerah kolonisasi sebagai penempatan para Mubaligh yang dikirimkan Muhammadiyah telah diatur sedemikian rupa. Grup/ranting yang berdekatan dengan wilayah kolonisasi telah dikoordinasikan sehingga hal-hal yang berkaitan dengan fonds muhajirin kolonisasi terlaksana dengan baik. Dalam konferensi yang dilakukan beberapa hari di Negara Batin telah ditentukan grup/ranting yang akan menangani terkait Mubaligh Koloniasasi. Diantara tempat tujuan mubaligh kolonisasi adalah sebagai berikut:
Tabel. Daerah Tujuan Mubaligh Koloniasasi di Wilayah Lampung-Palembang
No.
Daerah Tujuan
Pos

1.
Wonosobo Kolonisasi
Kota Agung

2.
Negeri Agung
Kota Agung

3.
Way Kerap
Kota Agung

4.
Dadi Rejo
Kota Agung

5.
Talang Padang
Talang Padang

6.
Banjar Negeri
Talang Padang

7.
Gedong tataan
Gedong Tataan

8.
Kota Bumi
Kota Bumi

9.
Kota Napal
Negara Ratu

10.
Metro
Metro

11.
Martapura
Martapura

Sumber. Majalah Suara Muhammadiyah Nomor 9 bulan Oktober 1941
Sebelas daerah tujuan Mubaligh Kolonisasi disepakati dalam Konferensi Negara Batin. Muhammadiyah Daerah Lampung menjadi kepanjangan tangan dari Majelis Tabligh Muhammadiyah untuk mengurus pendistribusian Mubaligh Muhajirin Kolonisasi. Sementara itu mengenai pelaporan kegiatan Mubaligh Muhajirin sebagai penyiaran Islam ditanah koloniasasi diserahkan kepada grup/ranting Muhammadiyah Metro.
Mengenai apa yang dibicarakan dalam Konferensi Muhammadiyah Daerah Lampung dan Palembang tahun 1941 akan diulaskan pada tulisan selanjutnya. Semoga tilisan ini bermanfaat untuk bahan refleksi perjalanan bermuhammadiyah kita

Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button