NEWS

Kemdikbudristek RI Gandeng Kampung Literasi Metro Dalam Pengembangan Literasi Berbasis Masyarakat

RADARMETRO.ID – Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus (PMPK) Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Republik Indonesia dorong pengembangan literasi di masyarakat melalui Kampung Leterasi di berbagai Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia.

Kota Metro, Provinsi Lampung yang disebut juga sebagai Kota Pendidikan, melalui Kampung Literasi Kota Metro turut menyuarakan pendidikan berbasis pengembangan sumber daya manusia (SDM) melalui praktik kerja untuk menunjang keahlian tertentu alias pendidikan vokasi.

Hal tersebut disampaikan oleh Amin Budi Utomo, pengelola Kampung Literasi Metro saat menjadi salah satu pembicara Webinar Pengembangan Literasi Masyarakat di Era Digital PMPK Kemendikbudristek RI.

“Iya, kita paparkan konsep dan praktikdalam pengembangan literasi di daerah perkotaan seperti Kota Metro dan kota-kota besar lainnya,” ujarannya.

Pengelolaan Tempat Baca Masyarakat (TBM) Rona itu melihat kondisi masyarakat perkotaan yang sebagian besar dihuni orang-orang dari berbagai daerah untuk mengadu nasib. Menurut Amin, masyarakat kota cenderung bersifat praktis.

“Kebutuhan masyarakat kota yang mulai pragmatis perlu di dukung SDM yang andal tantangan literasi di masa depan,” bebernya.

Dengan hal tersebut, Amin mengkreasikan pendidikan berbasis praktik dalam pengembangan Kampung Literasi di Kota Metro.

“Kami mencoba gerakan literasi dengan pengembangan SDM di bidang vokasi atau praktik langsung guna menunjang keahlian yang dapat digunakan dan memiliki sisi kebermanfaatan,” ungkapnya.

“Jadi masyarakat yang heterogen di kondisi lingkungan urban perkotaan tidak lagi berorientasi praktis saja,” tambahnya.

Amin juga memastikan, pendidikan berbasis vokasi dapat menumbuhkan jiwa kemandirian masyarakat di lingkungan perkotaan.

“Solusinya dengan Peningkatan life skill dirasa perlu untuk Mendukung gerakan Literasi di daerah perkotaan selain bonus demografi serta typografi wilayah seperti Kota Metro,” tandasnya.

Diketahui, Webinar Pengembangan Literasi Masyarakat di Era Digital pada episode ke-5 turut menghadirkan beberapa pembicara diantaranya, Kapokja Kemitraan Daerah dan Pemberdayaan Komunitas Dit PMPK Kemdikbudristek RI Cecep Suryana.

Selain itu, webinar yang mengangkat tema ‘Konsep dan Praktik Pengembangan Kampung Literasi’ juga menghadirkan Wiwik Subandiah, TBM Alam Riang, Kampung Literasi Pesantren Alam Jombang, Jawa Timur, dan Faiz Ahsoul, Komunitas Buku Jogjakarta.

Cecep Suryana mengatakan dalam sesi tanya jawab, pemerintah melalui Kemdikbudristek RI mendorong perumusan kebijakan,
pelaksanaan kebijakan di bidang standar dan penjaminan mutu,
penyusunan norma, prosedur, dan kriteria (NSPK).

“Dengan
memfasilitasi penyelenggaraan,
pemberian bimbingan teknis dan supervisi, pemantauan, evaluasi, dan pelaporan,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga akan mengupayakan dalam penyiapan pemberian izin penyelenggaraan satuan pendidikan khusus pada Direktorat Kemendikbudristek RI.
Seperti halnya pendidikan keaksaraan, pendidikan kesetaraan, pendidikan khusus, pendidikan layanan khusus pada Pendidikan khusus, pendidikan inklusi, dan unit layanan disabilitas.

“Diharapkan Kerja kerja literasi terus digulirkan guna Mendorong terwujudnya masyarakat yang melek literasi di era sekarang dan selanjutnya,” tukasnya. (Naim)

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button