NEWS

Kasus Korupsi Dana Pemeliharaan DLH, Diduga Ada Tersangka Lain

RADARMETRO. ID – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Metro masih terus melakukan penyelidikan terhadap adanya dugaan tersangka lain. Pasalnya, ada 25 orang saksi yang sudah dilakukan pemeriksaan.

“Mengenai kemungkinan tersangka lain masih akan dilihat perkembangan selanjutnya. Untuk saksi ada 25 orang yang diperiksa termasuk pihak rekanan dan ASN,” paparnya.

Diketahui, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Eka Irianta resmi ditetapkan sebagai tersangka. Penetapan tersangka dilakukan atas dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor) anggaran pemeliharaan sarana prasarana Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) tahun 2020.

Penetapan tersangka dilakukan paska dilakukannya pemeriksaan selama 4 jam di Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Metro sejak pukul 10.00 WIB hingga pukul 14.00 WIB, Kamis (19/5/2022). Tersangka dibawa menggunakan kendaraan tahanan Kejari Metro sekitar pukul 14.00 WIB menuju Lapas Kelas II B Kota Metro.

Dikinfirmasi awak media usia pemeriksaan, Eka Irianta enggan berkomentar. Tersangka langsung menuju mobil tahanan dengan wajah menunduk.

Kejari Kota Metro, Virginia Hariztavianne didampingi Kasi Intel Kejari Metro Debi Resta Yudha menjelaskan, penetapan tersangka dilakukan berdasarkan dua alat bukti yang cukup.

“Dari hasil penyidikan yang dilakukan tim penyidik terhadap tindak korupsi bahwa tim penyidik telah menemukan dua alat bukti yang cukup. Sehingga Kejaksaan resmi menetapkan sebagai tersangka,” paparnya.

Ia mengaku, untuk besarnya kerugian negara masih dalam perhitungan oleh Badan Pengawasan Pembangunan dan Keuangan (BPKP). Namun berdasarkan berkas-berkas yang dikirimkan sementara kerugian mencapai kurang lebih Rp500 juta.

“Untuk kerugian negara masih dalam penghitungan BPKP. Namun dari berkas-berkas yang dikirimkan merugikan negara kurang lebih Rp500 juta,” paparnya.

Sementara itu, dalam kasus tersebut tersangka dijerat dengan Pasal 2 dan Pasal 3 Undang Undang Tipikor. “Dengan minimal hukuman 4 tahun dan maksimal 20 tahun penjara,” tukasnya. (ria)

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button