NEWS

DKP3 Metro Terjunkan Dokter Hewan Awasi Rejomulyo

RADARMETRO.ID – Hingga saat ini, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Metro mencatat sebanyak 13 sapi, dan 5 kambing positif terjangkit Penyakit Mulut, dan Kuku (PMK) di Kelurahan Rejomulyo, Kecamatan Metro Selatan.

Berdasarkan informasi dari DKP3 Kota Metro melalui dr Vita Maharjanti kepada radarmetro.id mengatakan, monitoring di Rejomulyo untuk mengetahui perkembangan di mana awal mula ditemukannya ternak yang terjangkit PMK di Kota Metro.

“Monitoring hasil pengobatan pasca temuan PMK sore ini kita sudah lihat hasilnya, mayoritas sudah mau makan dan lendir di mulut ataupun di hidung mulai kering, tapi memang ada salah satu sapi tadi yang masih belum bisa berdiri, lemes karena enggak bisa makan,” ujar Dokter Hewan DKP3 Metro, dr Vita Maharjanti, Jumat (24/6/2022).

Kelurahan Rejomulyo menjadi awal mula munculnya PMK di Kota Metro. Sehingga keluar masuk hewan akan diperketat guna meminimalisir penularan di berbagai daerah lainnya.

“Kita juga tidak memperbolehkan ternak keluar dari daerah sini, karena ini bisa menjadi sumber penularan kasus baru,” katanya

Selain itu, saat monitoring yang berlangsung di sore hari sekira pukul 17.00 WIB itu, dr Vita turut mengimbau kepada peternak di daerah tersebut agar waspada dengan rutin melakukan penyemprotan desinfektan secara mandiri. Mengingat penularan virus PMK berlangsung sangat cepat.

“Kemudian untuk kandang-kandang yang belum terinfeksi harus rajin disemprot desinfektan setiap pagi dan sore. Karena ini kan penularannya sangt luar biasa,” ungkapnya.

Ia juga mengarahkan agar selalu melaporkan kepada Dinas terkait jikalau para peternak mendapati peliharaan mereka sudah mengalami gejala serius. Sehingga, penanganan dapat dilakukan secepat mungkin sebelum adanya penularan.

“Jika peternak menemukan peliharaan mereka terlihat sakit, dengan ciri-ciri enggak mau makan, lesu, ada semacam liur yang keluar dari mulut, itu segera dilaporkan kepada kami. Supaya kami segera melakukan tindakan pengendalian pengobatan dan lain sebagainya,” tambahnya.

Lebih lanjut, kata dr Vita, bahwa virus yang menjangkit ternak itu memiliki tingkat penularan dan kesembuhan yang sama-sama tinggi. Sedangkan, virus PMK yang ditemui olehnya pada hewan kambing tidak memiliki gejala yang mudah dideteksi.

“Virus ini memang memiliki tingkat penularan sangat tinggi, tetapi tingkat kesembuhannya juga sangat tinggi. Untuk khusus kambing hampir tidak ada gejala, tiba-tiba sudah sakit aja, makanya peternak kambing seharusnya lebih waspada,” kata dr Vita.

Dari kegiatan monitoring tersebut, dr Vita memastikan tidak ada kasus penularan baru di sepanjang jalan Garuda, Kelurahan Rejomulyo, Kecamatan Metro Selatan, Kota Metro. Namun kedepannya ia juga berjanji akan melakukan monitoring rutin setiap harinya, untuk memastikan perkembangan PMK di tempat tersebut.

Sampai saat ini di Kota Metro, sejumlah 18 ternak terjangkit PMK, 13 diantaranya sapi, dan 5 kambing. (Naim)

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button