NEWS

Dinsos Metro Ungkap Tidak Ada ASN Terdata Sebagai Penerima Bansos

RADARMETRO.ID – Dari 31.624 Aparatur Sipil Negara (ASN) terdata sebagai penerima Bantuan Sosial (Bansos) berdasarkan data dari kementerian, Dinas Sosial (Dinsos) Kota Metro bergerak cepat dan mendata di lingkup Kota Metro. Berdasarkan pengecekan, Dinsos Metro tidak menemukan satu pun data ASN yang menerima bansos, Senin (29/11/2021).

Dinsos Kota Metro menanggapi soal hasil dari Konferensi Pers Kementerian Sosial (Kemensos) Republik Indonesia (RI) terkait temuan 31.624 ASN yang masih terdata menerima bansos.

“Data kami yang indikasinya itu ada 31.624 ASN, yang aktif setelah kita cek data di BKN itu 28.965. Sisanya mungkin itu pensiun,” ungkap Tri Rismaharini Kemensos saat konferensi pers, Kamis (18/11/2022).

Melalui Kepala Dinas Sosial Kota Metro Rakhmat Zainuddin mengungkapkan bahwasannya penerima bansos di Kota Metro sebanyak 18.861 orang yang terbagi dari bermacam-macam jenis bantuan.

“Penerima BST APBN sebanyak 4.879, BST PPKM sebanyak 1.000, BST lansia sebanyak 1.500, PKH 4.877 orang, dan yang terakhir sembako untuk masyarakat pra-sejahtera sesuai DTKS sebanyak 6.605 orang,” ungkapnya dengan menunjukkan data tertulis.

Selanjutnya Rakhmat Zainuddin mananggapi temuan Kemensos terkait ASN yang masih terdata sebagai penerima bansos, masyarakat Kota Metro sebagai penerima bansos tidak ada satu pun yang berprofesi sebagai ASN.

“Data kita tidak ada yang berprofesi sebagai ASN sama sekali,” tambahnya.

Hal tersebut terungkap karena data penerima bansos Kota Metro berasal dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kementerian Sosial dan data dari daerah melalui usulan, verifikasi, sekaligus validasi saat musyawarah kelurahan (Muskel).

“Kita ada dua data, data yang dari pusat dan juga data dari daerah. Data dari pusat itu berupa DTKS, biasanya data dari daerah itu yang sudah di muskelkan. Dari situ kita mendapatkan data yang valid dari RT/RW, Petugas Sosial Masyarakat (PSM), dan TKSK (Tenaga Kerja Sukarela Kecamatan),” tuturnya.

Kepala Dinas Sosial Kota Metro mengatakan, apabila masih ditemukan data yang kurang tepat sasaran sebagai penerima bansos dapat dimusyawarahkan di tingkat kelurahan untuk disampaikan kepada Dinsos Kota Metro sebagai acuan untuk mengeluarkan dari kepesertaan suatu program.

“Dinas Sosial Kota Metro berupaya secara terus menerus secara aktif memperbaiki atau memverifikasi dan validasi Data Terpadu Kesejahteraan Sosial agar semakin update,” pungkasnya. (Naim)

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button