NEWS

Buntut Dugaan Percobaan Pemerkosaan, Lurah Margodadi Dicopot Jabatannya

RADARMETRO.ID – Pemerintah Kota Metro memberhentikan sementara Lurah Margodadi, Kecamatan Metro Selatan, Kuswidaryanto dari jabatannya. Itu menyusul dugaan kasus percobaan pemerkosaan yang dilakukan oleh lurah tersebut.

Demikian disampaikan Sekda Kota Metro, Bangkit Haryo Utomo dikonfirmasi awak media, Senin (21/2/2022). Ia mengakui, bahwa tim Kode Etik PNS telah melakukan rapat bersama membahas permasalahan tersebut. Pihaknya juga telah menindaklanjuti dengan pemberian sanksi tegas terhadap lurah tersebut.

“Kita sudah menindaklanjuti melalui Camat Metro Selatan dan Inspektorat. Camat Metro Selatan sudah berkali-kali memanggil Lurah Margodadi. Kemudian melalui telepon agar segera mengklarifikasi, tapi tidak dilakukan. Inspektorat demikian juga, sudah ditelpon, sudah mengutus seklurnya untuk menghadap Inspektorat tapi tidak dilakukan. Nah berdasarkan dua dasar itulah, kita hari ini rapat dengan tim Kode Etik PNS segera memutuskan untuk pemberhentian sementara dari jabatan lurah,” tegasnya.

Menurutnya, tindakan asusila yang diduga dilakukan oleh oknum lurah tersebut telah mencederai Pemerintah Kota Metro. Karenanya pemerintah mengambil sikap tegas dengan memberhentikan sementara jabatan lurah.

“Karena tindakan asusila mencederai kita semua. Mencederai Pemerintah Kota Metro, sehingga kita harus tegas. Kita melakukan rapat hari ini dan kita memutuskan untuk memberhentikan Lurah Margodadi dan menunjuk pelaksana tugas. Siang ini kita sampaikan ke Pak Wali, mudah-mudahan sudah bisa ditandatangani dan hari ini langsung kita kirim,” ungkapnya.

Karenanya ia mengimbau kepada seluruh pegawai di lingkungan Pemerintah Kota Metro untuk menjaga nama baik sebagai ASN. Seperti tidak melakukan tindakan asusila. “Jangan mencederai kita Pemerintah Kota Metro dengan hal-hal seperti itu. Jadi tindakan kita tegas,” tambahnya lagi.

Selanjutnya, tambah Bangkit, terkait sanksi sebagai ASN juga akan diberikan sesuai dengan aturan yang berlaku. Meski demikian pihaknya masih menunggu proses hukum dari pihak kepolisian. “Nanti juga ada aturannya, ada undang-undangnya. Sanksi juga ada tingkatannya. Untuk pemberhentian nanti ada sanksinya. Disidangkan juga nanti di PNS, saya sebagai Ketua Majelis Kode Etik PNS akan mempertimbangkan dari beberapa aspek kalau memang terbukti bersalah,” paparnya.

Senada disampaikan Inspektur Inspektorat Kota Metro, Jihad Helmi. Ia menjelaskan, bahwa pihaknya telah melaporkan dan sudah dirapatkan bersama tim Gerakan Disiplin Nasional. Pihaknya juga sudah melaporkan dan mengambil langkah terkait persoalan tersebut.

“Dari hasil rapat tim GDN bahwa yang bersangkutan diberhentikan dari jabatannya karena tidak kooperatif. Dia sudah kita panggil, kita telepon dan kita WA (Whatshapp) berkali-kali tapi tidak ada jawaban. Sehingga kita tidak bisa membantu klarifikasi. Keputusan ini diambil dari hasil rapat bersama Tim GDN,” paparnya.

Kepala Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Metro, Welly Adiwantra menambahkan, pihaknya sebagai anggota dari Majelis Kode Etik telah melakukan rapat mengenai tindaklanjut masalah Lurah Margodadi tersebut. Berdasarkan hasil rapat, kata dia, bahwa oknum lurah tersebut telah dipanggil untuk mengklarifikasi kejadian tersebut.

“Kami Pemerintah daerah telah melakukan upaya klarifikasi agar yang bersangkutan dapat menghadiri pimpinan unit kerja atau pimpinan Majelis Kode Etik. Namun yang bersangkutan belum hadir. Sehingga kami dari Tim Kode Etik melakukan langkah dengan penonaktifan sementara dari Lurah Margodadi. Pemberhentian sampai menunggu proses hukum dari pihak kepolisian,” bebernya.

Diketahui, oknum Lurah di Kota Metro dilaporkan ke polisi terkait dugaan percobaan perkosaan pada salah satu warganya. Kuasa hukum korban, Fajar Arifin mengatakan, kliennya telah membuat laporan polisi dengan nomor STTLP /B/70/II/2022/SPKT/POLRES METRO/POLDA LAMPUNG pada 18 Februari 2022 terkait dugaan percobaan pemerkosaan Lurah Margodadi.

“Jadi cerita awal itu pada 4 Februari 2022. Korban WR, warga Rejomulyo, Metro Selatan merupakan ibu rumah tangga didatangi KW yang berprofesi sebagai Lurah aktif di Margodadi,” bebernya, Minggu (20/2/2022).

Kala itu, suami korban tidak berada di rumah. Beruntung saat akan melakukan aksi asusila tersebut, suami pulang ke rumah dan memergoki terlapor. “Jadi KS ini langsung kabur begitu suaminya pulang, sempat dikejar sama suami korban,” katanya lagi.

Ia menambahkan, sebelum melapor ke pihak berwenang, pihaknya sudah melakukan somasi terkait kejelasan peristiwa tersebut. Namun terlapor tidak menggubris somasi korban, sehingga akhirnya melaporkan perbuatan pelaku ke jalur hukum. “Ini supaya kita mendapat titik terang. Dan tentu kita meminta kepada aparat bisa menegakkan keadilan dengan memproses kasus asusila ini dengan profesional tanpa pandang bulu. Karena yang bersangkutan berprofesi sebagai lurah,” tandasnya. (ria)

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button