NEWS

Buat Nama di E-KTP Minimal 2 Kata, Terhitung 22 April Satu Suku Kata Wajib Dirubah

RADARMETRO.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Metro melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) membenarkan adanya perubahan pencatatan nama pada dokumen kependudukan. Pasalnya, terhitung sejak 22 April 2022 pencatatan nama diberlakukan minimal dua suku kata.

Demikian disampaikan Kepala Disdukcapil Kota Metro, Maria Fitri Jayasinga, dikonfirmasi awak media, Rabu (25/05/2022). Ia mengatakan, pemberlakuan ketentuan tersebut dilakukan berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 73 tahun 2022. Dalam Permendagri No. 73 tahun 2022 tersebut diatur tentang pencatatan nama pada dokumen kependudukan.

“Isinya menyebutkan bahwa pencatatan nama pada dokumen kependudukan dilakukan sesuai prinsip norma agama, norma kesopanan, norma kesusilaan, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Antara lain syaratnya mudah dibaca, tidak bermakna negatif, dan tidak multitafsir. Selain itu jumlah huruf paling banyak 60 huruf termasuk spasi dan jumlah kata paling sedikit dua kata,” jelasnya.

Menurutnya, Permendagri tersebut berlaku sejak tanggal 22 April 2022. Namun bagi yang telah membuat Akte Kelahiran, Kartu Keluarga (KK), ataupun E-KTP sebelum tanggal tersebut, tidak perlu melakukan perubahan nama.

“Sebelum dari tanggal itu masih diperbolehkan. Untuk penamaan saat ini harus minimalnya dua kata dan tidak boleh ada penyingkatan. Seperti misalnya Muhammad jadi Muh, dan Abdullah jadi Abd, sudah tidak boleh lagi,” kata Maria.

Tidak hanya itu, kata Maria, untuk penamaan juga harus menggunakan norma agama, norma kesopanan, dan juga norma kesusilaan. “Karena pernah ada yang memberi nama itu nama alat kelamin. Itu kan akan mengganggu kepada kejiwaan sang anak juga,” bebernya.

Karenanya dalam waktu dekat pihaknya akan mensosialisasikan mengenai aturan tersebut kepada masyarakat. Yakni dilakukan bertahap melalui website, media sosial dan juga saat melakukan kunjungan-kunjungan.

“Dan ini kita sedang sosialisasikan, kita akan lewat website dan dibantu kawan-kawan media. Secara bertahap kita akan informasikan ke masyarakat saat roadshow perekaman E-KTP ke sekolah ke kelurahan dan juga saat rapat-rapat,” jelasnya.

Ia menambahkan, diberlakukannya Permendagri tersebut untuk memudahkan dalam sistem administrasi yang saat ini sudah dengan sistem digital. “Ini kebetulan Dirjen pun sudah membuat tiktok yang menerangkan permendagri ini ya. Isinya tentang pembuatan nama tidak boleh hanya satu kata, jadi minimal 2 kata,” tukasnya.(ria)

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button