NEWS

Besok, 24 Peserta Selter PTP Ikuti Tahapan tes Wawancara dan Pemaparan Makalah

RADARMETRO.ID – Panitia Seleksi Terbuka (Panselter) jabatan pimpinan tinggi pratama (PTP) Metro akan kembali melanjutkan tahapan seleksi. Besok (14/1/2022), 24 peserta tes akan kembali mengikuti tahapan tes wawancara dan pemaparan makalah.

Demikian disampaikan Ketua Panselter yang juga Sekda Kota Metro, Bangkit Haryo Utomo dikonfirmasi awak media, Kamis (13/1/2022). Ia mengatakan, dalam rangkaian pengisian jabatan PTP tersebut beberapa tahapan telah dilakukan. Pertama pada seleksi berkas atau rekam jejak para peserta. Tahapan selanjutnya dilakukan Assesment oleh Mabes Polri.

“Pada Assesmen Mabes Polri kalau tidak salah ada 9 kriteria. Ada integritas, ada kerjasama tapi saya tidak ingat betul. Dari Mabes Polri sudah diumumkan beberapa waktu lalu. Nah yang dari Mabes Polri murni, sudah keluar,” jelasnya.

Menurutnya, untuk tahapan tes wawancara dan pemaparan makalah akan dilakukan selama 2 hari. Yakni dimulai Jumat hingga Sabtu mendatang.

“Kemudian nanti pada saat seleksi Jumat dan Sabtu di ruangan ini (OR Pemkot). Akan kita panggil satu-satu untuk memaparkan. Programnya apa kedepan. Nah dari situlah ada semuanya nanti,” kata dia.

Tahapan selanjutnya, kata Bangkit, akan dilakukan ekspos tentang paparan mengenai tupoksi atau tugas yang akan diemban. Rencananya untuk wawancara dan pemaparan makalah sendiri rencananya akan dilakukan per sesi per jabatan. “Misalnya, Direktur RSUAY dulu 5 orang ini akan mewancara satu-satu bergantian,” ujarny.

Ia mengatakan, untuk hasil penilaian tersebut untuk pengajukan ke pimpinan atau kepala daerah itu ada 3 nama. “Nah nanti kebijakan dari Pak Wali itu, mana saja yang mau dipilih berdasarkan penilaian. Tapi belum tentu yang nomor satu ini mumpuni, bisa nomor 2 atau nomor 3. Nah yang tidak boleh nomor 4 karena nomor 4 tidak ada,” jelasnya.

Meski demikian, Bangkit mengakui jika penilaian nomor pertama juga menjadi prioritas. Terlebih untuk jabatan Esselon II. “Jadi untuk Esselon II peringkat nomor 1. Namun keputusan tetap berada pada pimpinan. Karena nomor satu tersebut merupakan yang terbaik,” terangnya.

Ditanya mengenai proses penilaian, Bangkit mengakui pernilaian tersebut dilakukan secara objektif. Menurutnya, beberapa tim penilaian tidak mengetahui satu per satu peserta.

“Ini benar-benar murni dan objektif. Karena tim penilainya adalah satu Prof. Mufti Rektor IAIN, dia tidak tahu satu persatu yang ikut itu. Adi Erlansyah juga gitu, Pak Mulyadi dan saya sendiri. Jadi nanti betul-betul pada saat menilai itu setelah digabungkan nilainya akan keluar dia yang terbaik. Mudah-mudahan yang terbaiklah,” tukasnya. (ria)

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button