NEWS

Banyak Lahan Beralih Fungsi, Walikota Minta PERHIPTANI Munculkan Inovasi Baru Bidang Pertanian

RADARMETRO.ID – Walikota Metro meminta Perhimpunan Penyuluh Pertanian Indonesia (PERHIPTANI) mampu memunculkan inovasi baru di bidang pertanian. Ini menyusul banyaknya alih fungsi lahan pertanian di Bumi Sai Wawai.

“Harapannya tentu PERHIPTANI ini dapat memberikan penyuluhan, bagaimana pola bertanam, pola bertani dari hulu ke hilir. Lalu, potensi-potensi apa yang bisa dikembangkan dengan lahan yang tidak begitu luas di Kota Metro ini. Itu yang saya sampaikan, saya tekankan,” terang Walikota Metro Wahdi usai mengukuhkan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PERHIPTANI Kota Metro di Nuwo Budayo, Kamis (27/1/2022).

Menurutnya, dengan peran para anggota PERHIPTANI tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat bagi petani dalam mengembangkan produksi pertaniannya. Terlebih luas lahan di Metro juga tidak lagi luas karena sudah banyak beralih fungsi dari lahan pertanian menjadi pemukiman.

“Tentu memberikan ilmu itu paling penting kepada para petani kita. Tidak menyempitkan pada petani kita, tapi harus memberikan kelapangan tentunya. Tentunya PERHIPTANI dapat memberikan inovasi-inovasi dan motivasi pada petani andalan kita. Termasuk pada 9 program unggulan kita,” ungkapnya.

Menurutnya, untuk di Kota Metro potensi produksi padi masih menjadi unggulan. Seperti diketahui untuk di Kota Metro telah mampu menghasilkan 35 ribu ton gabah per tahun dari luas lahan 2.984 hektar dengan 10 persen puso.

“Yang lain-lain tentu kita akan lihat lagi seperti petani petelur. Tapi memang untuk telur saya kira tidak bisa, karena terhambat perizinan. Nah untuk perikanan kita punya unggulan lele. Kita juga punya industri lele. Tingkatnya masih rendah, makanya kita membentuk pasar dengan Metro Bangga Beli (MB2). Kita juga sudah membuat Pasar Tani Agroceria. Itu bisa siapapun disitu untuk meningkatkan ekonomi. Jadi pada intinya bagaimana meningkatkan kesejahteraan masyarakat sesuai dengan visi Kota Metro,” tukasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Metro, Heri Wiratno, mengakui bahwa diperlukan inovasi dalam meningkatkan hasil produksi pertanian di Kota Metro. Terlebih lahan pertanian di Metro juga sudah banyak yang beralih fungsi dan menyempit.

“Iya kita harus berinovasi. Tantangan kedepan kita nggak punya lahan. Tapi sumber daya manusia harus dikembangkan secara baik. Maka kita harus mampu mengolah produksi dari daerah lain untuk dibawa ke Metro, diolah menjadi produk unggulan,” pungkasnya. (ria)

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button