NEWS

Antisipasi Pohon Tumbang, Disperkim Metro : Pangkas Saja, Kami Siap Berkolaborasi

RADARMETRO.ID – Sejumlah pohon besar di kawasan Terminal Kota Metro tampak begitu rimbun dan tidak terpelihara dengan baik. Ironisnya, keberadaan pohon tersebut berada tepat di tengah-tengah ramainya aktivitas masyarakat. Sebelumnya, diketahui pada 2021, sempat terjadi peristiwa tiga pohon tumbang sekaligus di hari yang sama, yakni pada Selasa (7/12/2021). Diketahui, tiga pohon yang tumbang tersebut masing-masing berada di wilayah Kelurahan Tejosari Metro Timur, kompleks pertokoan Shopping Center, dan area Sumur Bandung Metro Pusat.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Metro Syachri Ramadhan menilai bahwa kondisi tersebut memang semestinya ditangani guna antisipasi terjadinya hal serupa seperti pada Desember 2021.

“Saya sudah pernah lihat. Di dalam kompleks terminal itu ada beberapa titik pohon yang semestinya sudah dikurangi dahan dan rantingnya, sebab itu terlalu rimbun. Yang kita khawatirkan, mengingat cuaca yang lagi seperti ini, kan bahaya sekali kalau sampai ada dahan besar yang patah menimpa aktivitas warga di bawahnya,” ungkapnya saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Rabu (16/3/2022).

Kemudian, imbuh dia, dalam upaya mengurangi risiko bencana (mitigasi), pihaknya bersedia berkolaborasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

“Jadi, mana pohon itu yang sekiranya sudah terlalu rimbun dan rawan patah atau roboh, maka kami upayakan dilakukan pemangkasan ranting dan dahan, guna mengurangi risiko bencana pohon besar tumbang,” imbuhnya.

Di tempat yang sama, Kepala Seksi (Kasi) Pertamanan dan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Disperkim Kota Metro Parkun menambahkan bahwa tidak semua pohon yang tinggi, besar, dan rimbun itu berbahaya.

“Tidak semua pohon yang besar itu berbahaya. Beberapa pohon itu dinilai tetap aman meski tampak begitu besar dan rimbun. Pohon besar di kawasan terminal itu saya nilai cukup aman dari kemungkinan roboh atau patah. Hanya saja, mungkin cukup dengan memangkas dahannya saja, karena dahan tersebut dirasa kurang rapi dan mengganggu,” tambahnya.

Dari pantauan di lokasi, pohon berjenis Angsana tersebut terdapat sebanyak lima batang yang tingginya diperkirakan lebih dari 10 meter dan berdiameter sekira 80 sentimeter sampai 1 meter.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, diketahui, regulasi Kota Metro yang mengatur tupoksi OPD dalam penanganan pohon yaitu, Perwali Kota Metro Nomor 23 Tahun 2021 tentang Tata Cara Perizinan Pemindahan/Penebangan/Pemotongan Pohon Peneduh di Ruang Terbuka Hijau, Bab 4 Pengelolaan Pohon, Pasal 5, Poin 1 yang berbunyi, dalam rangka pengelolaan dan penataan wilayah perkotaan, dimungkinkan dilakukan pemindahan atau pemotongan pohon peneduh. Selanjutnya, Poin 2 menyebutkan, pengelolaan pohon berupa pemindahan atau penerbangan atau pemotongan pohon di pasar, terminal, sekolahan, perkantoran, puskesmas, dan fasilitas publik lainnya menjadi tanggungjawab unit atau perangkat daerah yang mengelola fasilitas tersebut. (Anggi)

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button