NEWS

“Anak Durhaka,” Sebutan yang Muncul Saat Kegiatan Dialog Interaktif dan Rakercab PMII Metro

RADARMETRO.ID – Ketua Majelis Pembina Cabang PMII Metro Ikhwanudin merasa geram saat menghadiri kegiatan dialog interaktif dan rapat kerja cabang (Rakercab) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Metro. “PMII hari ini melahirkan kader durhaka,” ungkapnya saat sambutan. Hal itu diungkapkan di lokasi rakercab yang bertempat di Nuwo Budayo Gedung Sesat Kota Metro, Minggu (28/11/2021).

Ketua pelaksana Bunari membenarkan hal tersebut sebagai ungkapan rasa marah Ketua Mabincab melihat kondisi saat rakercab berlangsung.

“Saya rasa itu bentuk kemarahan alumni dan senior PC PMII Metro yang disampaikan oleh beliau (Ikhwanudin), tapi saya ambil sisi baiknya bahwa itulah perhatian dari mereka melihat realita yang ada,” ungkapnya.

Hadir pengurus Majelis Cabang (Mabincab) PMII Kota Metro Miftahul Huda dan Fatah Yasin dalam kegiatan tersebut mendampingi Ketua Mabincab Ikhwanudin, selain itu juga dihadiri oleh Ketua Cabang Amanda Wijaya dan Ketua Korps Pergerakan Putri (Kopri) Cabang PMII Metro beserta 25 jajaran.

Ketua Majelis Pembina Cabang Ikhwanudin dalam sambutannya mengungkapkan bahwa sebagi kader PMII harus bisa menghilangkan rasa suka tidak suka dan bersifat profesional.

“Kegiatan ini buntut dari pemilihan kemarin, rasa suka tidak suka itu bukan persoalan, dan jangan mempersoalkan rasa suka tidak suka, karena itu bukan dari PMII maka hilangkan,” tuturnya dalam sambutan.

Tingkat partisipasi dari kader, senior, maupun alumni yang hadir pada kesempatan tersebut maupun perkembangan PMII di Kota Metro menjadikan Ikhwanudin murka.

“PMII hari ini melahirkan kader yang durhaka, sudah diundang tidak datang, sudah didatangi ke rumahnya juga tidak datang, bahkan uang mereka juga enggak datang. Apa mereka sudah melupakan dari mana mereka lahir? Ya PMII itu yang harus diperhatikan,” tuturnya.

Ketua Mabincab juga menganggap perkembangan data belum tersampaikan kepada senior maupun alumni, sehingga perkembangan PMII Kota Metro tidak diketahui oleh mereka.

“Selain lahirnya anak durhaka, kita juga menjadi orangtua ya durhaka. Orangtua yang tidak mengetahui akta kelahiran anak. Maksudnya data-data perkembangan PMII juga harus dikelola dan disambungkan kepada kita,” tambahnya.

Sebagai alumni yang dulunya juga pernah menjadi Ketua PC PMII Kota Metro periode 1992-1993, mengharapkan pada rakercab kali ini bidang kaderisasi agar digarap oleh orang-orang yang mumpuni di bidangnya.

“Kedepannya kaderisasi harus digarap dengan fokus, melibatkan senior, alumni, dan pihak yang dianggap mampu. Juga jangan banyak berdiskusi, banyak eksekusi untuk program kemasyarakat yang membutuhkan,” pungkasnya.

Dialog interaktif dan rakercab yang mengusung tema Membangun Sinergitas Visi Bersama Menuju Akselerasi Gerakan yang Adaptif, diharapkan dapat menjadi pemacu bagi PC PMII masa khidmat 2021-2022 lebih baik kedepannya.

“Adanya rakercab ini untuk menggodok visi yang akan disampaikan oleh masing-masing biro (eksternal, internal, dan keagamaan). Sesuai dengan amanah yang telah diharapkan oleh kader se-Kota Metro sekaligus yang disampaikan oleh alumni dan juga senior,” ujar Ketua PC PMII Amanda Wijaya. (Naim)

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button