NEWS

1.800 Tenaga Honorer Diimbau Tenang, BKPSDM Usulkan Tambah Formasi P3K

RADARMETRO.ID – Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Metro mengimbau tenaga honorer untuk tetap tenang. Pasalnya, Pemkot melalui BKPSDM telah mengusulkan penambahan formasi pada pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K). Ini menyusul wacana penghapusan tenaga honorer menjadi outsourcing pada tahun 2023 mendatang.

Kepala BKPSDM Kota Metro Welly Adiwantra menjelaskan, pemerintah saat ini juga telah berupaya untuk mengusulkan penambahan formasi pada penerimaan P3K. Ini terutama tenaga kesehatan, kebersihan, pendidikan dan lainnya.

“Kita sudah usulkan semua kebutuhan P3K, tetapi yang menentukan tetap pemerintah pusat. Kabarnya yang menjadi prioritas pemerintah pusat adalah formasi pendidikan dan kesehatan,” katanya, Jumat (18/3/2022).

Menurutnya, untuk saat ini jumlah tenaga kontrak di Bumi Sai Wawai mencapai kurang lebih hampir 1.800 an. Jumlah tersebut menurutnya, masih jauh lebih rendah dibandingkan dengan jumlah tenaga kontrak di daerah lainnya.

“Tenaga kontrak kita yang paling sedikit jumlahnya dibandingkan kabupaten kota lainnya di Propinsi Lampung. Bila kita bandingkan untuk kabupaten kota lainnya rata-rata jumlahnya diatas 4.000 orang lebih, bahkan ada yang sampai 7.000-an orang jumlahnya,” paparnya.

Meski demikian pihaknya mengimbau para tenaga honorer untuk tetap tenang dan bekerja dengan baik. Terlebih hingga kini pihaknya masih menunggu intruksi pemerintah pusat mengenai wacana tersebut.

“Kita masih menunggu saja dari pusat, amanat dari Permenpan RB. Memang untuk tenaga kontrak untuk tidak diperpanjang lagi pada tahun 2023. Untuk kawan-kawan tenaga kontrak tetap tenang dan bekerja seperti biasa dengan baik. Karena apapun kebijakan yang akan diambil oleh pemerintah pusat nantinya harus kita ikuti,” pesannya.

Diakuinya, sesuai dengan amanat dalam Permenpan RB untuk tenaga kontrak diberikan skema dapat mengikuti seleksi P3K. Ini terutama tenaga yang memenuhi persyaratan dan tersedianya formasi.

“Sepanjang formasinya ada untuk ikut seleksi P3K. Tetapi sampai saat ini belum ada kejelasan apakah peraturan tersebut jadi dilaksanakan atau masih ditunda lagi mengingat keterbatasan anggaran untuk pembiayaan P3K kedepannya. Jadi kita tunggu saja kebijakan dari pusat,” paparnya. (ria)

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button